Home > Destinations > Wisata Ziarah Makam Walisongo di Jawa Timur


Wisata Ziarah Makam Walisongo di Jawa Timur

Related post :

" Jawa Timur terkenal kaya akan obyek wisata sejarah, provinsi ini menyimpan potensi luar biasa untuk wisata minat khusus tersebut.
"

 

Jawa Timur terkenal kaya akan obyek wisata sejarah, provinsi ini menyimpan potensi luar biasa untuk wisata minat khusus tersebut. Dari Sembilan Wali (Walisongo), lima berada di Jawa Timur, yaitu Sunan Ampel di Surabaya, Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri di Gresik, Sunan Drajat di Lamongan dan Sunan Bonang di Tuban.

 

Makam Maulana Malik Ibrahim – Gresik

Makam ini selalu banyak dikunjungi para peziarah, ada beberapa hal yang menarik pada makam yang terletak di Desa Gapuro Sukolilo, Gresik ini. Terdapat inskripsi yang dituliskan pada jirat/batu nisan marmer makam, serta bangunanya bernuansa klasik sehingga menimbulkan kesan magis. Setiap tanggal 12 Rabiulawal, digelar ritual khaul Syekh Maulana Ibrahim, ribuan orang mengikuti zikir bersama melafazkan asma Allah SAW.

 

Di tempat ini tersedia fasilitas berupa aula sebagai tempat beristirahat pada peziarah, tempat parker mobil serta MCK. Sarana transportasi dapat ditempuh dengan segala jenis kendaraan, apabila peziarah menggunakan kendaraan umum, rutenya adalah Surabaya – Jembatan Merah – Gresik/Sentolan lokasi makam/Ds.Gapuro.

 

Makam Sunan Ampel

Makam Sunan Ampel berlokasi di Jl. KH. Mas Mansyur/Ampel – Surabaya, bangunan klasiknya memiliki nilai-nilai luhur, terdapat juga bangunan masjid beduk serta sumur yang airnya dipercaya dapat menyembukan berbagai macam penyakit. Khaul Sunan Ampel dilaksanakan seminggu sebelum puasa.

 

Di sekitar kawasan makan, dijual souvenir, barang kebutuhan sholat, disediakan juga rumah makan yang dikenal dengan makanan khas Arabnya ataupun barang-barang lainnya di sekitar lokasi makam.

 

Makam Sunan Giri

Terletak di bukit Giri, Desa Giri-Kebomas, Gresik, makam ini memiliki daya tarik dalam sisi bangunannya. Bangunan makam induk Kanjeng Sunan Giri terletak pada batur (trap) yang paling atas dan berada dalam sebuah cungkup yang beratap sirap berbentuk bujur sangkar, dinding temboknya terbuat dari kapur dengan hiasan ukiran timbul. Area pintu masuk dihiasi naga bermahkota yang sisiknya berupa daun-daunan/bunga, ekornya mencuat keatas menghiasi kusen pintu. Tidak hanya itu, pusaka berupa keris juga dilestarikan di makam ini.

 

Makam Sunan Drajat

Sunan Drajat yang juga dikenal dengan nama Syarifudin atau Raden Qosim memperoleh pendidikan yang cukup, beliau pindah ke desa Jelak, desa yang berada di kecamatan Paciran, Lamongan ini kemudian dikenal dengan sebutan Drajat. Sunan Drajat juga menggunakan gamelan sebagai media penyebaran agama islam. Ia juga menciptakan gending pangkur untuk menarik perhatian masyarakat sekitar. Beberapa instrumen-instrumen ini dilestarikan di sebuah museum kecil dekat makam Sunan Drajat di desa Drajat – Kecamatan Paciran – Kabupaten Lamongan.

 

Makam Sunan Bonang

Sunan Bonang adalah putra dari Sunan Ampel, Sunan Bonang bermukim di Tuban untuk menyebarkan agama islam. Ia menggunakan alat musik gamelan “Bonang” dalam menyebarkan agama islam. Sunan Bonang juga berperan membimbing Sunan Kalijaga menjadi anggota Walisongo. Makam Sunan Bonang terdapat di Tuban, Jawa Timur.

 

Ketiga kota tersebut yakni Lamongan, Gresik dan Tuban, dapat ditempuh antara satu sampai empat jam perjalanan dari Surabaya, sehingga bagi mereka yang ingin berziarah ke makam Walisongo, dapat menginap di hotel-hotel yang banyak tersebar di Surabaya, terdapat hotel melati sampai hotel berbintang. (Laras)

 

Sumber Foto

Sumber Foto


Leave Comment

Name
Email
Comment
Security Code