Kisah Legenda Dibalik Warna Merah Saat Perayaan Imlek


Tahun Baru Imlek selalu identik dengan warna merah. Mulai dari busana, lilin, lampion, amplop/angpaodan juga pernak-pernik lainnya. Warna merah dianggap memiliki sifat keberanian, membawa keberuntungan dan keselamatan, mencerminkan kehangatan dan juga kebahagiaan.

Hal itu pulalah yang menjadi harapan dan doa-doa masyarakat etnis Tionghoa setiap kali menyambut Tahun Baru Imlek.

Namun di balik warna merah itu ada sebuah cerita rakyat yang masih hidup pada sebagian masyarakat etnis Tionghoa. Seperti dikutip dari tionghoa.info, dikisahkan ada seorang raksasa yang suka menganggu kehidupan manusia pada masa lalu.

Setiap kali musim dingin, ia akan datang untuk memakan tanaman-tanaman di ladang, ternak dan bahkan memangsa manusia. Raksasa itu bernama Nian. Karena takutnya masyarakat sampai berinisiatif untuk menaruh makanan di depan pintu dengan harapan itulah yang dimakan raksasa itu.

Pada suatu kali, masyarakat melihat Nian ketakutan ketika melihat seorang anak kecil yang menggunakan baju merah. Mereka pun menyimpulkan raksasa itu takut dengan warna merah. Sejak itu setiap menjelang Tahun Baru Imlek, mereka akan menggantung pernak-pernik merah untuk menghalau raksasa itu datang lagi.

“Banyak versi tentang itu, tapi pada umumnya cerita tentang Nian itu yang populer,” kata salah seorang warga Tionghoa di Medan, Lia, Selasa (13/2).

Pengajar di salah satu sekolah internasional di Medan ini menambahkan penggunaan warna merah dalam setiap kali Tahun Baru Imlek sudah menjadi tradisi sejak dulu.

“Sejak aku masih kecil, setiap kali Tahun Baru Imlek, rumah kami dihiasi dengan dekorasi berwarna merah. Kata orangtuaku itu untuk mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan,” jelasnya.

Menambahkan informasi, Tahun Baru Imlek juga dirayakan di negara-negara lain. Seperti Taiwan, Jepang, Malaysia, Vietnam dan sebagainya. Beberapa di antaranya dirayakan dengan memadukan budaya di negara setempat.

Di Indonesia sendiri perayaan Tahun Baru Imlek sempat dilarang di masa Orde Baru. Namun sejak Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres No 14/1967 yang kemudian diganti menjadi Kepres No 19/2002oleh Presiden Megawati Soekarno Putri, Tahun Baru Imlek pun menjadi salah satu hari libur nasional.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Angry Angry
0
Angry
Cute Cute
0
Cute
Fail Fail
0
Fail
Geeky Geeky
0
Geeky
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF
Cry Cry
0
Cry
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kisah Legenda Dibalik Warna Merah Saat Perayaan Imlek

log in

Captcha!

reset password

Back to
log in
Choose A Format
Gif
GIF format