Menpar Beberkan Strategi Komunikasi Pariwisata Indonesia


Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebut saat ini Pemerintah Indonesia harus menggunakan strategi untuk mengomunikasikan pariwisata agar mampu berkompetisi dengan negara lain. “Strategi komunikasi yang kita pilih low profile high performance. Artinya kita itu baik karena dunia yang katakan dunia baik, bukan dari kita sendiri. Sederhananya, pencitraan terbaik adalah dengan menunjukkan kinerja yang terbaik,” katanya dalam Diskusi bertema Manajemen Komunikasi Pemerintah di Era Digital di Mataram, NTB, Jumat, 17 November 2017.

Menpar  berbagi taktik mengomunikasikan produk pariwisata yang dapat diadopsi untuk daerah. Sesuai dengan strategi Wonderful Indonesia Go Digital, Menpar memaparkan kunci komunikasi meningkatkan kontribusi sektor pariwisata Indonesia.

Pertama, menurut Menpar, aktivitas komunikasi akan lebih baik jika kita punya target yang jelas dan didukung dengan kecepatan mengambil tindakan. “Kalau kita punya musuh bersama kita akan solid. Kelemahan kita adalah kita kurang cepat, enviroment bisnis kita yang paling bermasalah adalah birokrasi, itu paling menghambat,” katanya seraya menekankan harus ada perubahan lebih cepat tertama dalam perbaikan dalam organisasi dan peraturan.

Kedua, Menpar mengungkapkan, dengan mendapatkan penghargaan atau award menjadi faktor penting untuk memperkuat produk wisata. “Ada tiga manfaat Award, saya menyebutnya 3 C, yaitu calibration agar apa yang kita lakukan sesuai dengan standar global, confidence akan meningkatkan kepercayaan ke dalam organisasi dan credibility yang akan naik sehingga mendorong kepercayaan konsumen,” jelasnya.
Ketiga perangkat yang bisa dioptimalkan untuk berkomunikasi adalah konvergensi media. “Ada paid media, owned media, dan earned media atau di Indonesia karena orang susah omong jadi diganti dengan social media. Ini kenapa di pariwisata ada namanya Gen-P dan endorser,” rincinya.
Beragam media yang ada, dalam pandangan Menpar harus digunakan dengan cerdik. Apalagi saat ini aktivitas kehidupan di dunia nyata tak lebih dari 5% dari dunia maya. “Harus gunakan cara yang cerdik. The more digital, the more personal, the more digital the more global.  Karena transparansi karena digital itu borderless apalagi customer kita sudah berubah,” tuturnya.

Menpar lebih mendorong penggunaan common platform yang ada di dunia internet. “Bahasa ekonominya ada sharing economy, dan di pariwisata juga ada digital tourism. Kami juga mengembangkan marketplace platform ITX, Indonesia Tourism Exchange. Negara harus hadir, kalau tidak kita pasti akan kalah berkompetisi,” jelasnya.
Hal terakhir yang disampaikan oleh Menteri Arief Yahya adalah mengetahui respons konsumen secara realtime. “Kita tak mungkin tumbuh 25% pariwisata, kalau saya tidak tahu sekarang juga. Apa kata turis Cina tentang Indonesia, saya tahu pada hari yang sama. Saya juga bisa tahu apa kata orang cina tentang Thailand,” katanya.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Angry Angry
0
Angry
Cute Cute
0
Cute
Fail Fail
0
Fail
Geeky Geeky
0
Geeky
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF
Cry Cry
0
Cry
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menpar Beberkan Strategi Komunikasi Pariwisata Indonesia

log in

Captcha!

reset password

Back to
log in
Choose A Format
Gif
GIF format