Agar Mendunia, Bandara Blimbingsari Bakal Ganti Nama Menjadi Bandara Banyuwangi


Revitalisasi Bandara Blimbingsari, Banyuwangi  telah selesai pada tahun lalu. Hasilnya pun patut diancungi jempol.  Mengambil konsep green airport, bandara Blimbingsari terus menjadi daya tarik wisatawan. Pasalnya Banyuwangi adalah  daerah yang memiliki beragam destinasi wisata menarik.

Namun hal itu tidak menjadkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi selesai untuk memikirkan trobosan baru apa, untuk bandara kebanggaan warga Banyuwangi ini. Untuk  melengkapi pencanangan Bandara Blimbingsari sebagai bandara Internasional, rencananya pemkab Banyuwangi akan mengganti nama Bandara Blimbingsari menjadi Bandara Banyuwangi.

Ada alasan kuat kenapa Pemkab Banyuwangi mengganti nama bandara tersebut. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pergantian nama tersebut sudah ditetapkan melalui surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 830 tahun 2017, Bandara Blimbingsari akan berganti nama menjadi Bandara Banyuwangi.

Selain itu, pergantian nama ini, juga akan memudahkan masyarakat Indonesia maupun internasional mengenal lebih dekat dengan Banyuwangi. “Nama Banyuwangi lebih banyak dikenal dibandingkan Blimbingsari. Sudah banyak juga bandara yang langsung menggunakan nama kotanya,” ungkap Bupati Anas, Kamis, 19 Oktober 2017.

Bupati Anas mengatakan Banyuwangi merupakan kabupaten yang banyak menyimpan cerita , legenda dan banyak yang bisa digali dengan nama Banyuwangi. Hal inilah yang bakal dijadikan daya tariktersendiri buat wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara

“Nama Banyuwangi lebih mudah diingat dan memiliki banyak makna karena mengandung banyak cerita yang sudah melegenda,” tambah Bupati Anas.

Bandara yang dipersiapkan bisa menampung sekitar 250 ribu penumpang per tahun itu sudah memasuki tahap finishing. Secara desain, Bandara Blimbingsari banyak mendapat apresiasi dari pusat. Pemkab Banyuwangi yang melibatkan arsitek handal dalam setiap detail pengerjaannya dinilai kreatif.

“Bandara dikembangkan bukan semata-mata sebagai sarana aksesibilitas, tapi juga pendongkrak pariwisata yang memberikan harapan baru bagi Indonesia yang tengah mendorong pariwisata,” tutur Bupati Anas.

Ketika memasuki kawasan Bandara Blimbingsari, kita akan disuguhi bangunan hijau berlantai 2 beratapkan rumput. Jika dilihat dari atas atau pinggir, model terminal serupa dengan udeng, penutup kepala khas Banyuwangi.

Konsep hijau gedung bandara di areal 1,3 hektar ini digadang bisa lebih hemat, baik untuk pembangunan maupun operasionalnya. Selain tampil dengan arsitektur penuh estetika, terminal ini mengedepankan penghematan energi dengan pendekatan konsep rumah tropis yang mengutamakan penghawaan udara alami tanpa air conditioner/AC.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi keputusan Bupati Anas yang mengubah nama bandaranya. Menurutnya, branding memang sangat penting untuk mendongkrak pariwisata, termasuk Banyuwangi. Ini termasuk co branding pariwisata Banyuwangi yang sinergis.

“Keputusan yang tepat, karena branding Banyuwangi lebih kuat dan bisa mendunia. Banyuwangi letaknya strategis karena dekat dengan Bali. Banyuwangi itu indah dan jika ingin menjadi destinsi wisata unggulan, Banyuwangi harus punya bandara internasional. Apalagi saat ini penumpang bandara di Banyuwangi mencapai 120.000 orang,” ujar Menpar Arief Yahya.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Angry Angry
0
Angry
Cute Cute
0
Cute
Fail Fail
0
Fail
Geeky Geeky
0
Geeky
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF
Cry Cry
0
Cry
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Agar Mendunia, Bandara Blimbingsari Bakal Ganti Nama Menjadi Bandara Banyuwangi

log in

Captcha!

reset password

Back to
log in
Choose A Format
Gif
GIF format