Menpar Sebut Deregulasi Dapat Menjadi Magnet Kunjungan Wisman


Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengakui persaingan ketat terjadi antara negara untuk menarik banyak wisatawan, berbagai cara dilakukan agar negaranya menjadi tujuan utama bagi wisatawan khususnya wisatawan mancangera (wisman). Menpar menyebut deregulasi adalah salah satu solusi untuk mendulang wisman.

Deregulasi ini pernah dilakukan Jepang dan hasilnya  banyak wisman yang menjadikan  Jepang sebagai tempat utama untuk menghabiskan liburannya. Deregulasi yang dilakukan negeri matahari terbit itu, yakni dengan menerapkan bebas visa kepada wisman. Data yang diperoleh Kemenpar, kunjungan wisman ke Jepang naik hingga  100 persen dari tahun 2011 ke 2013.

“Oleh karena itu saya melakukan beberapa deregulasi seperti melakukan bebas visa kunjungan, atau free visa yang menyebabkan pertumbuhan jumlah wisatawan ke Indonesia naik 20 persen,” ujarnya saat ditemui dalam acara ASEANTA BOARDS di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Selasa, 8 Agustus 2017.

Selain berkaca pada Jepang, Indonesia juga mencontoh upaya Vietnam dalam melakukan deregulasi besar-besaran industri pariwisatanya. Pariwisata Vietnam diketahui naik sebesar 24 persen setelah menerapkan kebijakan tersebut.

Bukan hanya pembebasan visa, deregulasi  lain yang sudah dilakukan Kemenpar yakni memangkas waktu perizinan kapal yacht yang ingin bersandar di Indonesia. Waktu yang telalu lama untuk proses perizinan ini membuat wisatawan yang menggunakan kapal yacht berpikir ulang untuk datang ke Indonesia. Namun kini proses perizinan itu  menjadi setengah jam yang sebelumnya memakan waktu tiga hari.

“Deregulasi paling penting. Itu 50 persen keberhasilan pariwisata ada di deregulasi. Mempermudah orang datang ke indonesia, mempermudah orang investasi di Indonesia,” ucap Menpar.

Menurut dia, strategi lainnya dalam mendongkrak jumlah wisatawan adalah dengan menggunakan digital tourism dan membangun air connectivity.

Sebelumnya, Deputi Bidang Pemasaran Mancanegara, I Gde Pitana, juga menyebut, deregulasi yang dilakukan oleh Indonesia, seperti menerapkan bebas visa kunjungan mampu meningkatkan jumlah pertumbuhan wisatawan, salah satunya dari China.

“Kenaikan China dari Januari-Juni tahun ini hampir satu juta kunjungan atau lebih tepatnya 996.754 wisman asal China yang datang ke Indonesia. Ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya mencapai 800 ribuan wisatawan,” katanya di Bandara Soetta, Senin, 7 Agustus 2017.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Angry Angry
0
Angry
Cute Cute
0
Cute
Fail Fail
0
Fail
Geeky Geeky
0
Geeky
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF
Cry Cry
0
Cry
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menpar Sebut Deregulasi Dapat Menjadi Magnet Kunjungan Wisman

log in

Captcha!

reset password

Back to
log in
Choose A Format
Gif
GIF format