Taman Nasional Alas Purwo Terpilih Sebagai Tuan Rumah Perayaan HIKAN 2017


Alas Purwo, Banyuwangi, Jakarta Timur sekilas mendengar namanya saja beberapa orang sudah membayangkan kejadian-kejadian ganjil, mengingat banyak yang menyebutkan Alas Purwo merupakan hutan angker di Jawa. Namun ternyata tidak seseram yang ditakutkan orang-orang, Alas Purwo menyimpan banyak potensi wisata, keanekaragaman hayati yang tinggi, dan bisa menjumpai satwa-satwa langka. Apalagi tempat wisata yang satu ini cocok bagi wisatawan yang memilii hobi berpetualang.

Dengan memiliki keanekaragaman hayati dan  berbagai jetnis satwa, pantas Pemerintah menetapan Alas Purwo sebagai Taman Nasional. Bahkan Taman yang memiliki luas 43.420 ha itu telah  ditunjuk sebagai tuan rumah peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HIKAN) 2017 yang akan berlangsung pada 11 hingga 13 Agustus 2017 mendatang.

Acara yang digelar setahun sekali untuk merayakan keanekaragaman hayati di Indonesia itu, merupakan kolaborasi  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Pemerintah Banyuwangi, Agus Siswanto menyambut baik dipilihanya Taman Nasional Alas Purwo sebagai tempat penyelenggara peringatan Hari Konservasi Alam Nasional. Agus tak menyangka Taman Nasional dipilih sebagai penyelenggara event nasional, pasalnya jarang wisatawan yang memilih Taman Nasional sebagai tujuan wisata. Dengan event nasional ini, Agus yakin Taman Nasional Alas Purwo bisa sebagai sarana edukasi.

“Selama ini yang menjelajah hutan baru kelompok tertentu seperti peneliti. Dengan acara ini diharapkan makin banyak orang yang memilih taman nasional sebagai pilihan,” ujar Agus, Kamis, 15 Juni 2017.

Agus mengatakan, dipilihnya Alas Purwo sebagai tempat penyelenggaraan, karena potensi serta kekayaan hayati yang dimiliki cukup beragam. Pertama Alas Purwo memiliki Padang Sadenga yang menjadi habitat Banteng Jawa. Banyak orang mengatakan jika menginjakan kakinya  di Padang seperti wisata alam di Afrika. Tak hanya itu diujung hutan ada Pantai Plengkung yang begitu eksotis.

Alas Purwo tidak hanya sebagai tempat wisata namun juga sebagai tempat ibadah umat hindu, dengan ditemukan pura tertua yang kini diberi nama Giri Salaka Alas Purwo. Apalagi ini sesuai dengan visi-misi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang sedang mengembangkan Taman Nasional Alas Purwo sebagai detinasi wisata pilihan.

Diharapkan Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia dapat lebih menarik banyak orang untuk berkunjung ke sana.

Taman nasional yang terletak di ujung Pulau Jawa ini, saat ini sedang dalam masa perbaikan jalan sepanjang 4,8 kilometer.

“Untuk pintu masuk kami menggunakan paving sejauh 800 meter yang dimulai dari Desa Kalipait, Tegaldlimo, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Sedangkan untuk hotmix dilakukan oleh pihak Balai Taman Nasional Alas Purwo sejauh 4 kilometer dari Sumbergedang hingga Pancur,” ujar Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo, Nuryadi.

Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia akan diisi kegiatan pemutaran film dokumenter taman nasional yang ada di Indonesia.

Gelar budaya pertunjukan musik dan seni, sepeda jelajah taman nasional dan kunjungan wilayah konservasi taman nasional bersama kelompok pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Angry Angry
0
Angry
Cute Cute
0
Cute
Fail Fail
0
Fail
Geeky Geeky
0
Geeky
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF
Cry Cry
0
Cry
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Taman Nasional Alas Purwo Terpilih Sebagai Tuan Rumah Perayaan HIKAN 2017

log in

Captcha!

reset password

Back to
log in
Choose A Format
Gif
GIF format