Kemenpar Janji Akan Jadikan Benteng Pendem Sebagai Wisata Sejarah


Pengembangan Benteng Pendem, Ngawi sebagai cagar budaya dan destinasi wisata mendapat perhatian khusus Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Buktinya Kemenpar telah mengirimkan Asdep Pengembangan Destinasi Wisata Budaya, Lokot Ahmad Enda, untuk mengarahkan pengembangan destinasi wisata maupun potensi cagar budaya di sana.

“Kami lihat keseriusan Bupati Ngawi membangun destinasi wisata sejarah ini cukup tinggi. Karena itu perlu sentuhan khusus agar dapat berkembang lebih pesat,” terang Lokot dalam keterangan tertulis, Senin, 12 Juni 2017.

Lokot pun menjalin komunikasi dengan Bupati Ngawi Budi Sulistyono.Bersama dengan Budi, Lokot menyempatkan diri melihat berbagai potensi wisata yang ada di Ngawi. Mulai Benteng Pendem, Taman Wisata Tawun, wisata kuliner keripik tempe di Karangtengah Prandon, dan Museum Trinil.

“Di sini kami melihat Benteng Pendem dan Trinil itu sesuatu yang berbeda,” ungkap Lokot.

Dia mengatakan, Benteng Pendem memiliki keunikan dibanding daerah lainnya. Benteng yang berdiri sejak 1845 itu memiliki pilar asli yang tidak tidak dimiliki benteng lain di Indonesia.

Menurut Lokot, dengan kondisi Benteng Pendem yang seperti itu, seharusnya masuk ke dalam kategori cagar budaya sesuai dengan UU Nomor 11/2010 tentang Cagar Budaya.

“Benteng ini bisa menjadi ikon Ngawi. Saat ke Ngawi ingat benteng Pendem,” paparnya.

Penilaian benteng sebagai cagar budaya dapat dilakukan secara berjenjang. Mulai dari keputusan bupati, gubernur, dan nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Jika berstatus cagar budaya nasional, maka pengembangan benteng maupun revitalisasi dapat dilakukan pemerintah pusat maupun daerah.

“Kami arahkan supaya bupati mengajukan izin ke Kemendikbud agar bisa mendorong audiensi ke sana. Bahwa Ngawi punya sesuatu yang berbeda dengan lainnya,” tegasnya.

Apalagi menurutnya, benteng tersebut sudah didukung dengan masterplan lengkap. Hal itu menunjukkan rencana induk pengembangan wisata di Ngawi sudah berjalan.

Komitmen bupati bahwa pariwisata menjadi prioritas juga perlu dan harus didukung masyarakat.

Mengutip Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Lokot mengatakan jika Pemda komitmen terhadap pariwisata maka harus didukung karena daerahnya mempunyai potensi besar.

Dia pun juga meminta agar Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) harus memiliki rencana detail, baik regulasi, dukungan masyarakat, termasuk penataan wisata yang jelas.

“Supaya proyeksinya jelas, tahapan dan capaiannya dapat terukur,” bebernya.

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Ngawi, Ony Anwar Harsono mengatakan akan terus mendorong upaya pengembangan wisata sejarah Benteng Pendem.

Dia mengatakan, hal itu dibuktikan dengan upaya pemerintah yang aktif berkonsultasi dengan kementerian terkait. Termasuk mengejar capaian MoU maupun Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pengelola Benteng Pendem, yakni Divisi Infanteri 2 Kostrad.

“Butuh modal yang tidak sedikit untuk proses ini, termasuk merevitalisasi Benteng Pendem,” tandas On


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Angry Angry
0
Angry
Cute Cute
0
Cute
Fail Fail
0
Fail
Geeky Geeky
0
Geeky
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF
Cry Cry
0
Cry
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
0
Dislike
Like Like
0
Like

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kemenpar Janji Akan Jadikan Benteng Pendem Sebagai Wisata Sejarah

log in

Captcha!

reset password

Back to
log in
Choose A Format
Gif
GIF format